Pengendalian Sosial





Pengertian pengendalian sosial :
upaya yang dilakukan agar anggota masyarakat mentaati norma yang berlaku.

Fungsi pengendalian sosial :
1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial.
2. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma.
3. Mengembangkan rasa takut untuk tidak melakukan perbuatan yang dinilai mengandung resiko.
4. Menciptakan sistem hukum (aturan yang disusun secara resmi dan disertai aturan tentang ganjaran atau sanksi).

Tujuan pengendalian sosial :
1. Agar masyarakat mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku.
2. Agar tercipta keserasian dan kenyamanan dalam masyarakat.
3. Agar pelaku penyimpangan kembali mematuhi norma yang berlaku.

Sifat pengendalian sosial :
1. Preventif : pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan
   Contoh:
    - Pemuka agama mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis.
2. Represif : mengembalikan keserasian yang pernah terganggu karena terjadinya penyimpangan
    Contoh :
3. Kuratif :  pengendalian sosial yang dilakukan pada saat terjadi penyimpangan sosial
    Contoh:
 
Cara pengendalian sosial :
1. Persuasif (dengan ajakan atau bimbingan)
Contoh : Guru menegur siswa yang mencontek.
(Cara pengendalian : dengan menegur)
2. Koersif (dengan kekerasan)
Contoh : Polisi membubarkan demonstrasi mahasiswa dengan gas air mata.
(Cara pengendalian : dengan gas air mata)

Jenis pengendalian sosial
1. Kompulsif : menciptakan situasi sedemikian rupa sehingga individu atau kelompok terpaksa taat dan mematuhi nilai maupun norma yang berlaku di masyarakat

2. Pervasi : penanaman norma secara berulang-ulang

Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial :
1. Lembaga Kepolisian
2. Lembaga Kejaksaan
3. Lembaga Pengadilan
    (Nomor 1-3 dikenal sebagai lembaga penegak hukum)
4. Lembaga Adat

Bentuk pengendalian sosial dilihat dari pelaku:
a. Formal : presiden, gubernur
b. Informal/nonformal : tokoh agama, tokoh adat


Bentuk pengendalian sosial :
1. Mengejek/cemoohan
2. Menyindir
3. Teguran
4. Pendidikan
5. Gosip: cerita negatif tentang seseorang
    Desas-desus: percakapan orang banyak (yang belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya)
6. Intimidasi : menakut-nakuti, mengancam
7. Hukuman

____________

 Referensi
 Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Ganeca Exact.
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011, 2012

1 komentar

  1. Izin baca dan ambil materi... Semoga kebaikan anda mendapatkan balasan yang sesuai... Aamiin...

    BalasHapus

 

Mengenai Saya

Foto Saya

Guru Sosiologi SMAIT Nurul Fikri

Recent Comments

Facebook

Google+ Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Sponsor