Integrasi Sosial

Diposkan oleh Firman Fajar



Pengertian integrasi sosial : proses menyatunya berbagai unsur dalam masyarakat.
Yang dimaksud dengan unsur adalah kelompok-kelompok dalam masyarakat, seperti suku bangsa, umat beragama, dan lain-lain.

Bentuk-bentuk integrasi sosial :
a. Aspek fisik : adanya keluarga, lembaga masyarakat, dan negara.
Penjelasan :
*Adanya keluarga-keluarga dalam  masyarakat menunjukkan bahwa individu-individu yang berlainan jenis kelamin dan mungkin berlainan suku bangsa telah bersatu dalam ikatan perkawinan.
*Adanya negara menunjukkan bahwa berbagai kelompok dalam masyarakat pada suatu wilayah tertentu telah bersatu membentuk suatu wadah bersama, yaitu negara.
b. Aspek psikis : adanya kesadaran diri untuk menyatu dengan yang lainnya.
c. Aspek hubungan sosial : adanya kerja sama antara yang satu dengan yang lainnya.
d. Aspek proses : adanya usaha untuk mengurangi perbedan.

Syarat berhasilnya integrasi sosial menurut Meyer Nimkoff dan William F. Ogburn :
a. Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.
b. Tercapainya konsensus (kesepakatan) mengenai nilai-nilai dan norma sosial.
c. Norma-norma berlaku cukup lama dan konsisten.

Fase-fase integrasi :
a. akomodasi : penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan atau konflik.
b. kerjasama
c. koordinasi : mengatur kegiatan agar tindakan yang akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur.
d. asimilasi : pembauran nilai dan sikap warga masyarakat yang tergolong sebagai satu bangsa

Faktor pendorong integrasi sosial :
a. Faktor internal :
- kesadaran diri sebagai makhluk sosial
- tuntutan kebutuhan
- jiwa dan semangat gotong royong

b. Faktor eksternal :
- tuntutan perkembangan zaman
- persamaan kebudayaan
- terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
- persaman visi, misi, dan tujuan
- sikap toleransi
- adanya kosensus nilai
- adanya tantangan dari luar

Secara sosiologis, keberhasilan pemerintah menangani berbagai pergolakan di daerah yang akan memisahkan diri dari NKRI berdampak positif untuk memperkuat : integrasi nasional.

Referensi :
Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat. Jakarta : Ganeca Exact.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring.

{ 21 komentar ... read them below or add one }

Anonim mengatakan...

Apa pengertian integrasi diri?

Firman Fajar mengatakan...

Untuk pertanyaan ini sebaiknya tanyakan kepada ahli psikologi. Sepengetahuan saya, integrasi diru berarti diri yang utuh, tidak terbelah. Seseorang yang sudah memiliki integrasi diri berarti ia sudah merasa sebagai manusia seutuhnya, sesuai dengan status yang disandangnya.

Anonim mengatakan...

Makasih banyak mas, penjelasan mas ttg integrasi sosial sangat membantu bgt. Bisa kirim @mail ga' mas. Biar bisa konsul. Boleh ?? Sy Noviansyah skg lg meneliti Integrasi sosial di Sei Kelambu Kec. Tebas Sambas. ini @mail saya : noviansyah_novay@ymail.com

Makasih byk mas...

Firman Fajar mengatakan...

Sama-sama. Silakan kalau ada yang perlu didiskusikan. Saya senang bisa bertukar pikiran.

Anonim mengatakan...

klw boleh tau dapet sumbernya dari mana??

Firman Fajar mengatakan...

Sudah saya tuliskan di referensi. Terima kasih atas masukannya.

Komunitas Suporter mengatakan...

matur suwun nggih.....

rhoestam mengatakan...

maksih bung Firman.

Firman Fajar mengatakan...

Sama-sama bung Rhoestam.

Anonim mengatakan...

maksh ya yang punya blog..
sangat berguna!

Citrasiaa mengatakan...

kalau bentuk2 integrasi sosial itu aspek fisik, psikis, hubungan sosial dan aspek proses, lalu integrasi normatif, integrasi fungsionalis dan integrasi koersif termasuk apa? apakah juga termasuk bentuk2 integrasi sosial?

Firman Fajar mengatakan...

Terima kasih kepada Citrasiaa atas pertanyaannya.

Bentuk integrasi dilihat dari aspek fisik dan lain-lain merupakan bentuk integrasi berdasarkan wujudnya dalam kenyataan sehari-hari.

Sedangkan integrasi normatif dan lain-lain merupakan bentuk integrasi berdasarkan faktor yang menyebabkan terjadinya integrasi. Misalnya, integrasi normatif merupakan integrasi yang disebabkan karena adanya norma yang mempersatukan.

ANAK KUMBANGSARI mengatakan...

Wow

Anonim mengatakan...

terimakasih atas pengetahuannya, sangat membantu sekali dalam penyusunan makalah saya.

ziadun nahdea mengatakan...

makasih
jadi saya bisa ngerjain tugas saya :P

Anonim mengatakan...

Bagaimana dengan asimilasi dan akulturasi? bukankah itu merupakan bentuk integrasi sosial? Mohon penjelasannya.. Terima Kasih..

Fryska Dwi Amelia mengatakan...

thanks for informationnya

Daikanma mengatakan...

terima kasih kakak .

veny indah mengatakan...

makasih pak ini membantu tugas saya^^

Ardila Syakriah mengatakan...

Ibarat kata, A dan B adalah dua budaya yang berbeda. Jika asimilasi, maka A + B = A/B/C. Artinya dua budaya berbeda akan bersatu dan membentuk suatu budaya baru, atau justru salah satu dari dua budaya tadi mendominasi. Sedangkan akulturasi, A + B = AB. Artinya, dua budaya tersebut bersatu dan menghasilkan suatu budaya campuran, di mana sifat-sifat dari masing-masing budaya tetap ada.

Anonim mengatakan...

faktor penghambat integrasi apa ya?

Poskan Komentar